Golden Rock dan Pagoda Kyaiktiyo Myanmar

Golden Rock adalah sebuah batu granit besar berwarna kuning emas dengan tinggi 7.6 meter dan memiliki diameter 15 meter, batu ini terletak di puncak gunung Kyaiktiyo Myanmar pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut dan posisinya berada di ujung tebing pada landasan miring, dan batu ini terlihat seolah-olah akan jatuh. Tapi sebaliknya, kondisi seperti ini tetap bertahan selama 2.500 tahun bahkan bisa bertahan pada saat terjadi gempa bumi.

Pagoda Kyaiktiyo merupakan sebuah Pagoda kecil yang dibangun di atas Golden Rock, Pagoda ini memiliki tinggi 7.3 meter.

Gambar : Wikimedia

Legenda

Menurut Wikipedia, legenda yang terkait dengan pagoda adalah bahwa Sang Buddha, pada salah satu dari banyak kunjungannya memberikan seuntai rambutnya kepada seorang pertapa bernama Taik Tha.

Pertapa tersebut kemudian menyimpan rambut itu di ikatan rambutnya, pada gilirannya memberikan untaian rambut itu kepada seorang Raja, dengan keinginan agar rambutnya diabadikan dalam sebuah batu berbentuk seperti kepala pertapa.

Raja telah mewarisi kekuatan gaib dari ayahnya Zawgyi, seorang ahli alkimia yang cakap. Dan ibunya, seekor ular naga putri.

Mereka menemukan batu di dasar laut, dengan bantuan Thagyamin, Raja Surga Tawadeintha dalam kosmologi Buddha, menemukan tempat yang sempurna di sebuah puncak gunung (Kyaiktiyo) untuk meletakkan batu emas dan membangun pagoda, di mana untai itu diabadikan.

Menurut legenda, helai rambut Buddha itu mencegah batu dari jatuh ke bawah bukit.


Perahu yang digunakan untuk transportasi batu itu, berubah menjadi batu, ini juga disembah oleh peziarah di lokasi sekitar 300 meter dari batu emas atau Golden Rock yang dikenal sebagai Pagoda Kyaukthanban atau stupa.

Kyaiktiyo berasal dari kata dalam bahasa Mon, Kyaik berarti pagoda, dan Yo berarti menjunjung di kepala.

Ithi dalam bahasa Pali berarti pertapa, sehingga Kyaiktiyo yang berasal dari Kyaik-Thi-Yo berarti pagoda yang dibangun di atas kepala pertapa.

Sains

Belum ada artikel yang membahas tentang batu ini secara ilmiah, tapi yang pasti beberapa artikel mengatakan bahwa Pagoda Kyaiktiyo berdiri di atas Balancing Rock raksasa yang disebut dengan Golden Rock.

Batu berwarna emas ini kemungkinan besar terbentuk secara alami melalui proses erosi dan abrasi beribu atau bahkan berjuta tahun sebelumnya.


Batuan besar Golden Rock yang dikategorikan sebagai Boulder merupakan batuan keras yang menempel pada batuan landasan di bawahnya yang disebut sebagai Pedestal, bebatuan ini cukup tahan terhadap erosi, walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa Boulder dan batuan landasan Pedestalnya merupakan dua jenis batu yang berbeda, bahkan beberapa orang (khususnya traveller) menyebutkan bahwa jika batu besar tersebut digoyangkan maka akan tampak celah antara Boulder dengan Pedestal yang artinya mereka berasumsi bahwa Golden Rock benar-benar terpisah dari landasannya atau hanya menumpang dan tidak merekat sama sekali.


© aLez

Tentang Penulis :

Hai, Saya adalah seorang blogger yang senang mempelajari berbagai macam hal, terutama seni, teknologi, dan ilmu pengetahuan umum. Saya membuat blog ini bertujuan untuk berbagi hal yang bermanfaat, termasuk hal yang telah saya pelajari.

Artikel Menarik Lainnya

Post Terbaru Post Sebelumnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar