Ergaki Hanging Rock Rusia

Hanging Rock atau Visyachiy Kamen’ adalah sebuah batu granit besar seberat 150 hingga 200 ton yang posisinya tampak menggantung di ujung bukit menurun di pegunungan Ergaki di atas danau Rainbow (Raduzhnoye) yang jika dilihat dari samping tampak seperti mudah jatuh bila didorong.

Gambar : Wikimedia

Legenda

Kedamaian dan ketertiban dipertahankan di sini oleh prajurit lama Sleeping Sayan, sang penguasa Taiga.

(Sleeping Sayan/Sayan tidur dipandang sebagai seorang raksasa perempuan, Sayan tidur tampaknya diambil dari bentuk bukit-bukit yang jika dilihat dari satu sudut menyerupai orang yang tidur telentang dengan tangan dilipat di dada)

Gambar : sayanring.com

Jatuhnya batu itu akan memberi pertanda bahwa raksasa yang tertidur ini telah terbangun dari sebuah tidur abadi untuk mempertahankan tanah airnya.

Percikan air dari batu yang menabrak danau di bawahnya akan mencuci wajah prajurit perempuan mistis ini dan akan meluncurkan zaman baru dengan awal kehidupan baru.


Sains

Ergaki Hanging Rock merupakan salah satu contoh yang nyata dan dapat memberikan bukti bahwa batuan sejenis ini merupakan hasil pembentukan geologi secara alami.

Dikutip dari The Siberian Times,

"Salah satu keajaiban Siberia, ada ketakutan bahwa 2016 bisa menjadi tahun yang akhirnya Hanging Rock jatuh dari tempatnya ke danau es di bawah.

Batu raksasa telah duduk dengan posisi yang tampak tidak nyaman di ujung jurang, yang mungkin terbentuk karena gletser puluhan ribu tahun yang lalu, tetapi sejauh ini telah berhasil untuk tidak tunduk pada gravitasi ataupun upaya kelompok wisatawan untuk mengganggunya.

Di Pegunungan Sayan Barat, batu raksasa yang mengesankan memiliki area kontak hanya satu meter persegi dengan landasan di mana ia telah beristirahat sejak diletakkan di sini oleh gletser Zaman Es yang kemudian surut.

Namun para ahli lokal mengatakan bahwa keretakan baru telah muncul yang bisa menyebabkannya jatuh ke dalam kegelapan perairan Danau Raduzhnoye 'mutiara' dari Taman Nasional Yergaki (atau Ergaki).

Jelasnya, celah itu mulai terlihat pada 2012 dan itu bisa mengarah pada matinya fenomena alam yang membuat manusia penasaran ribuan tahun.


Jika jatuh satu kilometer, itu dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan menurut legenda yang diturunkan oleh kelompok-kelompok pribumi sejak zaman kuno di bagian selatan Siberia."

Kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa peristiwa geologi semacam ini lebih banyak terjadi di zaman es pada ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu yang melibatkan gletser.

Sehingga jelas bahwa batuan Balancing Rock alami merekat kuat ke batu landasan di bawahnya yang mana kedua batuan keras tersebut tahan terhadap erosi dan pelapukan cepat.

Seperti yang dituturkan oleh kutipan di atas bahwa Hanging Rock lebih memilih retak dibanding jatuh.


© aLez

Tentang Penulis :

Hai, Saya adalah seorang blogger yang senang mempelajari berbagai macam hal, terutama seni, teknologi, dan ilmu pengetahuan umum. Saya membuat blog ini bertujuan untuk berbagi hal yang bermanfaat, termasuk hal yang telah saya pelajari.

Artikel Menarik Lainnya

Post Terbaru Post Sebelumnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar