Batu Dewa Krishna India

Dalam bahasa Inggris disebut sebagai Krishna's Butterball, sedangkan dalam bahasa India disebut dengan Vaan Irai Kal (Batu Dewa Langit) adalah batu raksasa yang terletak di Mamallapuram atau Mahabalipuram India. Memiliki tinggi hampir 6 meter, lebar 5 meter dengan berat sekitar 250 ton, tampak mengapung dan berdiri pada kemiringan di atas alas setinggi 1,2 meter yang merupakan bukit terkikis secara alami. Walaupun berada pada landasan miring, tapi batu ini tidak tergelincir ataupun menggelinding dan dikatakan telah berada di tempat yang sama selama 1.200 tahun.

Gambar : Wikimedia

Legenda

Menurut legenda dari penduduk lokal, batu ini merupakan gumpalan mentega yang dicuri oleh Krishna saat masih kecil.

Krishna sangat suka sekali menyantap mentega dan dia sering mencuri gumpalan mentega milik ibunya di tempat penyimpanan.

Suatu waktu, mentega yang dicurinya jatuh dan tergelincir sampai ke tempat mentega itu berada sekarang.

Setelah ribuan tahun berlalu, gumpalan mentega itu pun berubah menjadi bola batu raksasa.


Tak hanya itu, terdapat juga cerita lain yang mengatakan bahwa pada tahun 1908, Gubernur kota saat itu mencoba memindahkan batu tersebut menggunakan 7 ekor gajah tapi tidak berhasil.

Bahkan sekelumit cerita-cerita mitos lain pun bertebaran yang tentunya tidak masuk akal dan sulit dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

Sains

Sama seperti batu menakjubkan lainnya, batu raksasa ini merupakan salah satu dari sekian banyak Balancing Rock alami yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Kemungkinan secara sains, dulunya batu ini adalah batu yang jauh lebih besar dan telah mengalami korosi atau pelapukan hingga menjadi seperti sekarang.

Bahkan katanya, banyak wisatawan yang mencoba mendorong batu ini untuk menggelindingkannya tapi tak ada yang berhasil dan tentu saja itu karena batu besar tersebut menempel pada landasannya dengan sangat kuat.

Beberapa orang pun ada yang menjuluki batu ini sebagai bola mentega Krishna yang terdengar sangat lucu tapi cukup menarik bagi wisatawan.


Bebatuan yang berbentuk seperti ini hendaknya kita jadikan wawasan bagi ilmu pengetahuan dibanding mengultuskan atau bahkan memujanya.

Sedangkan mengenai kepercayaan tentang cerita oleh masyarakat lokal boleh dijadikan sebagai kearifan lokal, yang mana biasanya dengan hanya menghargai cerita-cerita masyarakat seperti contoh di atas yaitu batu tersebut merupakan bola mentega atau Batu Dewa Krishna, maka setiap orang akan menjaga dan melestarikan keunikan dari benda tersebut sebagai bentuk penghargaan.


© aLez

Tentang Penulis :

Hai, Saya adalah seorang blogger yang senang mempelajari berbagai macam hal, terutama seni, teknologi, dan ilmu pengetahuan umum. Saya membuat blog ini bertujuan untuk berbagi hal yang bermanfaat, termasuk hal yang telah saya pelajari.

Artikel Menarik Lainnya

Post Terbaru Post Sebelumnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar